Indonesia Resmi Miliki .ai.id: Domain Berdaulat untuk Ekosistem Kecerdasan Artifisial Nasional

Liputan Media  Press Release

KORIKA luncurkan domain tingkat kedua khusus AI sebagai identitas digital nasional, menargetkan 198 startup AI dan 4.000+ pelaku ekosistem untuk bermigrasi ke ruang digital yang berdaulat menjelang 2030.

JAKARTA, 26 Mei 2026 — Indonesia kini memiliki rumah digital sendiri untuk industri kecerdasan Artifisial. Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) resmi meluncurkan .ai.id, domain tingkat kedua berbasis kode negara (ccTLD) pertama di dunia yang dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem kecerdasan Artifisial suatu negara. Peluncuran ini menjadi tonggak penting Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan posisi sebagai kekuatan AI utama di Asia Tenggara pada 2030.

Peluncuran .ai.id hadir di momentum krusial. Indonesia kini tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat penggunaan AI tertinggi di dunia, dengan ratusan juta kunjungan bulanan ke berbagai platform AI global. Adopsi teknologi ini telah merembes ke seluruh lini kehidupan—dari ruang kelas, ruang rapat korporasi, hingga layanan publik dan industri kreatif. Namun, pertumbuhan eksplosif ini selama ini berjalan tanpa identitas digital nasional yang jelas.

“Peluncuran .ai.id bukan sekadar peluncuran domain. Ini adalah deklarasi kedaulatan digital. Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan Artifisial.”

— Prof. Hammam Riza, Ketua Umum KORIKA

Menjawab Kekosongan Identitas Digital AI Indonesia

Hingga kini, mayoritas startup, pengembang, dan institusi riset AI Indonesia masih bergantung pada domain generik atau domain .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla—wilayah Karibia berpenduduk 16 ribu jiwa. Kondisi ini menciptakan paradoks: industri AI Indonesia tumbuh pesat, tetapi berbendera digital negara lain.

Data terbaru menggambarkan skala ekosistem yang sudah matang untuk identitas sendiri. Berdasarkan Tracxn, sebanyak 198 perusahaan rintisan telah mengintegrasikan AI ke dalam operasi bisnis mereka di sektor kesehatan, pendidikan, hingga keuangan. Indonesia AI Report 2025 mencatat sekitar 28 persen pelaku usaha di Tanah Air telah mengadopsi AI dengan laju pertumbuhan 47 persen year-on-year—salah satu yang tercepat di kawasan. Di sisi komunitas, KORIKA sendiri menaungi basis lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan 300 anggota aktif terverifikasi resmi. Ekosistem inilah yang akan menjadi penghuni pertama .ai.id.

“Di tengah persaingan global yang makin ketat, identitas digital adalah aset strategis,” lanjut Hammam. “.ai.id diposisikan sebagai infrastruktur identitas digital nasional—rumah bersama bagi ratusan perusahaan, ribuan pengembang, dan ratusan komunitas AI yang terus tumbuh di seluruh penjuru negeri.”

Empat Fase Registrasi: Dari Sunrise hingga General Availability

Mengadopsi praktik terbaik internasional untuk peluncuran ccTLD, KORIKA membuka pendaftaran .ai.id secara bertahap melalui empat fase. Pada setiap fase, klaim ganda terhadap nama domain yang sama akan diselesaikan melalui mekanisme lelang terbuka—memberi kesempatan adil bagi semua pihak.

Fase 1  ·  Sunrise   2 Juni – 2 Juli 2026

Diprioritaskan bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia. Fase ini berfungsi sebagai perisai perlindungan brand di ekosistem AI nasional sebelum domain dibuka ke publik.

Fase 2  ·  Grandfather   13 Juli – 13 Agustus 2026

Eksklusif bagi registran domain .id aktif. Pemilik domain .id eksisting memperoleh hak prioritas mengamankan nama .ai.id yang relevan dengan identitas digital mereka.

Fase 3  ·  Landrush   24 Agustus – 24 September 2026

Pendaftaran terbuka untuk masyarakat umum Indonesia dengan skema harga premium—membuka kesempatan lebih luas untuk memperoleh nama domain strategis sebelum kompetisi harian dimulai.

Fase 4  ·  General Availability   Mulai 5 Oktober 2026

Akses umum melalui registrar resmi dengan mekanisme first come, first served—siapa cepat dia dapat.

Mengapa Ini Penting

Bagi investor dan mitra internasional, alamat digital adalah sinyal pertama tentang asal-usul dan kredibilitas sebuah perusahaan AI. Hingga kini, perusahaan Indonesia yang menggunakan domain global sering kali tidak terbaca sebagai pemain Indonesia di mata ekosistem global. .ai.id menutup celah persepsi itu sekaligus membangun infrastruktur trust di dalam negeri.

Lebih dari sekadar alamat web, .ai.id dirancang sebagai simbol kredibilitas—sebagaimana .gov.id menandai institusi negara dan .ac.id menandai perguruan tinggi. Dengan domain ini, pengguna domestik diharapkan dapat dengan cepat mengidentifikasi layanan AI yang dikembangkan, dijalankan, dan diatur dalam yurisdiksi Indonesia.

Tentang KORIKA

Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) adalah organisasi orkestrasi berbasis nilai yang menjadi motor pelaksanaan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) Indonesia. KORIKA mengoperasikan kolaborasi Quad Helix—pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas—untuk mempercepat riset, inovasi, dan adopsi AI yang sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan. Aktivitas KORIKA mencakup machine learning, natural language processing, computer vision, robotika, hingga analitika data, dengan dukungan untuk inisiatif riset, transfer teknologi, dan pengembangan ekosistem AI nasional.

Kontak Media

Dr. Dini Fronitasari

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi, KORIKA

+62 813-1234-5643

Sekretariat KORIKA

Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro, Lantai 20, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat

Situs: korika.id  ·  Informasi pendaftaran: daftar.ai.id

id_IDIndonesian

Climate & Disease Dashboard

Pantau penyebaran penyakit berbasis cuaca dan iklim.
Platform --Digital-Twins__ kami menyajikan data real-time dan analisis cerdas untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia — membantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.