Ketua Umum KORIKA Jadi Narasumber World Engineering Day 2026

Liputan Media

Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), Prof. Hammam Riza, menjadi salah satu narasumber pada peringatan World Engineering Day for Sustainable Development 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Dalam forum bergengsi yang mempertemukan para insinyur, akademisi, peneliti, serta pemangku kepentingan lintas sektor tersebut, Prof. Hammam hadir sebagai pembicara pada panel diskusi bertajuk “Integrated Innovative Digital-Green Systems for Economic Growth, Climate Resilience and Disaster Risk Management.” Panel ini membahas pentingnya integrasi teknologi digital dan pendekatan ramah lingkungan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Hammam memaparkan inovasi ClimateSmart Indonesia, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mendukung sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi penyebaran penyakit menular yang dipengaruhi oleh faktor iklim. Platform ini mengintegrasikan berbagai sumber data, termasuk data historis kesehatan masyarakat dan data iklim di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Prof. Hammam, perubahan pola iklim memiliki korelasi yang kuat terhadap dinamika penyebaran sejumlah penyakit menular, seperti malaria, demam berdarah dengue, hingga penyakit berbasis vektor lainnya. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi AI memungkinkan analisis data lintas sektor secara lebih komprehensif sehingga dapat menghasilkan prediksi yang lebih akurat.

“Melalui ClimateSmart Indonesia, kami berupaya mengintegrasikan data kesehatan, data iklim, dan teknologi kecerdasan artifisial untuk menghasilkan sistem peringatan dini yang dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan mengambil langkah mitigasi secara lebih cepat dan tepat,” ujar Prof. Hammam dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data dan teknologi digital ini tidak hanya berperan dalam sektor kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan iklim dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan analisis prediktif berbasis AI, pemerintah daerah maupun lembaga kesehatan dapat mengantisipasi potensi lonjakan kasus penyakit tertentu berdasarkan perubahan kondisi lingkungan dan iklim.

Partisipasi Prof. Hammam dalam forum internasional ini juga menegaskan komitmen KORIKA dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk menjawab berbagai tantangan strategis nasional, termasuk di bidang kesehatan, perubahan iklim, serta pengelolaan risiko bencana.

Peringatan World Engineering Day sendiri merupakan momentum global yang menegaskan peran penting para insinyur dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi antara dunia riset, industri, dan pemerintah, diharapkan berbagai solusi inovatif berbasis teknologi dapat terus dikembangkan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

id_IDIndonesian

Climate & Disease Dashboard

Pantau penyebaran penyakit berbasis cuaca dan iklim.
Platform --Digital-Twins__ kami menyajikan data real-time dan analisis cerdas untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia — membantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.