KORIKA Sukses Gelar Rapat Umum Anggota Pertama: Memperkuat Ekosistem AI Indonesia Menuju Kolaborasi Multi-Helix yang Berdampak Nyata

Liputan Media

Jakarta, 30 April 2026 — Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) Pertama Tahun 2026 pada Kamis, 30 April 2026. Acara yang berlangsung secara hybrid, luring di Grand Ballroom BRIN Gatot Subroto, Jakarta, sekaligus daring melalui platform virtual ini dihadiri oleh 135 peserta dari total 179 anggota terdaftar, terdiri atas 73 peserta luring dan 62 peserta daring, sehingga kuorum terpenuhi dan rapat dinyatakan sah.

RUA I KORIKA 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola organisasi, penetapan arah strategis, serta pengesahan kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2028.

Pembukaan: AI sebagai Pilar Transformasi Nasional
Rapat dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Eng. Budi Prawara, S.T., M.Eng., Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam sambutannya, Dr. Budi Prawara menegaskan posisi strategis BRIN sebagai mitra riset AI yang krusial bagi Indonesia. BRIN, di bawah kepemimpinan Kepala BRIN yang baru, Prof. Arif Satria, menetapkan tiga fokus utama: (1) memajukan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas UMKM, (2) mendukung inovasi bagi industri swasta, serta (3) memfasilitasi pengembangan teknologi maju.

“AI secara fundamental mengubah cara kerja, pembelajaran, produksi, dan daya saing suatu bangsa. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain kunci dalam membentuk ekosistem AI global,” ujar Dr. Budi Prawara.

Rapat secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia Pengarah, Dr. Hary Budiarto, M.Kom., pada pukul 09.47 WIB.

Sidang I: Pengesahan Tata Tertib dan Agenda RUA
Sidang pertama yang dipimpin oleh Dr. Hary Budiarto berfokus pada pemeriksaan kuorum, pengesahan tata tertib, dan penetapan agenda rapat. Panitia pelaksana yang diketuai oleh Oskar Riandi melaporkan bahwa jumlah peserta telah melampaui 50% dari total anggota terdaftar, sehingga rapat dinyatakan sah dan berhak mengambil keputusan.

Tata tertib RUA 2026 yang mencakup ketentuan umum, tema, tugas, peserta, hak dan kewajiban, alat kelengkapan, pimpinan rapat, tata kelola, etika, serta mekanisme pengambilan keputusan, disetujui oleh seluruh anggota yang hadir.

Agenda RUA 2026 yang telah disepakati meliputi:

Penetapan tata tertib dan agenda rapat
Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)
Pengesahan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus KORIKA masa bakti 2025–2028
Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perkumpulan (RKAP) 2026
Program KORIKA tahun 2026 ditetapkan berfokus pada empat pilar utama: AI Governance, AI Talents, AI Innovation, dan Impact, selaras dengan tantangan global dalam menyeimbangkan inovasi AI yang cepat dengan aspek etika, keamanan, pengembangan talenta, serta dampak ekonomi.

Sidang II: Pengesahan AD/ART KORIKA
Sidang kedua yang yang dipimpin oleh Ernie S. A. Soekotjo membahas dan mengesahkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KORIKA. Draf AD/ART yang disusun selama kurang lebih empat bulan oleh tim yang diketuai Dr. Helni Mutiarsih Jumhur, S.H., M.H., CDPO, dibantu oleh Dr. Ir. Arif Arianto, M.Sc.Agr. dari BRIN dan Thomhert S. Siadari, Ph,D., dipaparkan secara komprehensif kepada seluruh peserta.

AD/ART KORIKA terdiri atas 36 pasal untuk Anggaran Dasar dan 27 pasal untuk Anggaran Rumah Tangga, dengan total sekitar 48 halaman. Dokumen ini menjadi landasan konstitusional organisasi sekaligus dasar penerbitan Surat Keputusan Kementerian Hukum terkait legalitas organisasi.

Visi dan Sifat Organisasi
KORIKA ditetapkan sebagai organisasi masyarakat yang independen, berjiwa kebangsaan, dan bergerak di bidang kecerdasan artifisial. Visi KORIKA adalah menjadi mitra pemerintah dan orkestrator yang menyinergikan kolaborasi multi-helix, mencakup pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas, untuk menciptakan ekosistem kecerdasan artifisial yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Struktur Organ Organisasi
AD/ART menetapkan tiga organ utama KORIKA:

Rapat Umum Anggota (RUA) sebagai puncak kedaulatan tertinggi organisasi
Dewan Pengawas bertugas mengawasi tata kelola organisasi
Dewan Pengurus sebagai pelaksana eksekutif
Pilar Keanggotaan
KORIKA membagi keanggotaan ke dalam empat pilar:

Anggota Pendiri para pendiri organisasi
Anggota Representatif perwakilan institusi
Anggota Kehormatan individu bereputasi tinggi
Anggota Biasa perorangan atau perusahaan
Setelah melalui sesi tanya jawab dan klarifikasi yang konstruktif, AD/ART KORIKA disetujui dan disahkan oleh seluruh peserta rapat yang hadir.

Sidang III: Pengesahan Kepengurusan KORIKA 2025–2028
Sidang ketiga yang di pimpin oleh Dr. Indra Utoyo berfokus pada pembacaan dan pengesahan susunan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus KORIKA masa bakti 2025–2028, termasuk penetapan anggota kehormatan, anggota representatif, dan International Advisory Panel.

Susunan kepengurusan yang disahkan mencakup:

Dewan Pengawas diketuai oleh Prof. Bambang P.S. Brojonegoro, Ph.D.
Dewan Pengurus diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.
Anggota Representatif Unsur Pemerintah
Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga negara, antara lain: Kementerian Pendidikan Tinggi, BRIN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Koordinator Perekonomian, BSSN, BMKG, BNPB, Kemenparekraf, Kemenkeu, KemenPPN/Bappenas, dan Kementerian Pertahanan.

Anggota Representatif Unsur Akademisi
Perwakilan dari institusi pendidikan tinggi terkemuka, di antaranya: Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pertahanan, Telkom University, Binus University, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Syiah Kuala.

Anggota Representatif Unsur Asosiasi
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Direktur Eksekutif Kadin, dan Para Ketua Umum Asosiasi seperti Mastel, PANDI dan sebagainya.

Sidang IV: Pengesahan RKAP dan Arah Strategis 2026
Sidang keempat dipimpin oleh Prof. Hammam Riza membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perkumpulan (RKAP) 2026. Fokus utama adalah menegaskan arah baru KORIKA yang lebih berorientasi pada eksekusi presisi dan pencapaian hasil nyata.

Lima Pilar Penggerak Eksekusi KORIKA 2026
RKAP 2026 dibangun di atas lima pilar utama:

KORIKA sebagai hub kolaborasi strategis multi-helix
Akademi AI Safety Institute Indonesia (AISII) pengembangan talenta dan keamanan AI
KORIKA Consulting layanan konsultasi, pelatihan, dan sertifikasi AI
KORIKA Impact pilot project berdampak nyata di skala nasional
Organizational Excellence penguatan fondasi dan operasional organisasi
Pengembangan Talenta AI (KORIKA Academy)

Kolaborasi Internasional dan Agenda Global
KORIKA menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam agenda AI global, termasuk UN Global AI Dialogue sebagai benchmark regulasi nasional, serta program BRICS+ yang membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi dari Indonesia.

Kesimpulan dan Komitmen ke Depan
RUA KORIKA 2026 berhasil menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi landasan gerak organisasi dalam satu tahun ke depan. AI diyakini memiliki potensi transformatif yang besar di berbagai sektor Indonesia, dan KORIKA telah membuktikan kontribusinya selama lima tahun dalam membangun ekosistem AI nasional.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam lanskap pengembangan AI global,” demikian semangat yang mengalir sepanjang jalannya rapat.

Ke depan, KORIKA berkomitmen untuk:

Mengakselerasi adopsi dan implementasi AI yang etis, aman, dan berdampak nyata
Mengembangkan LLM multimodal yang memahami bahasa Indonesia dan nilai-nilai lokal
Memperkuat sinergi quad helix antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas
Meningkatkan literasi digital dan mencetak talenta AI berkualitas global
Mendorong Indonesia menjadi pemimpin adopsi AI di kawasan Global South
Informasi lebih lanjut mengenai KORIKA dan program-programnya dapat diakses melalui kanal resmi organisasi.

Tags: #KORIKA #AI #KecerdasanArtifisial #RUA2026 #EkosistemAI #Indonesia #BRIN #DigitalIndonesia #AIGovernance #AITalents #QuadHelix

en_USEnglish

Climate & Disease Dashboard

Pantau penyebaran penyakit berbasis cuaca dan iklim.
Platform --Digital-Twins__ kami menyajikan data real-time dan analisis cerdas untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia — membantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.