Tentang Korika,

Gagasan bersama yang terus tumbuh untuk mendukung Kecerdasan Artifisial dan Indonesia 2045

Dengan memahami Korika lebih dalam kami harap akan semakin tumbuh kolaborasi berbasis nilai yang tercipta.

Perjalanan menuju pembentukan Korika

Pembentukan KORIKA merupakan perjalanan berkelanjutan dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia (Stranas KA) telah diluncurkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 10 Agustus 2020, yang merupakan hasil pemikiran kolektif dan kolaboratif dari berbagai entitas yang melengkapi komponen Quad Helix (Pemerintah, Industri, Akademis, dan Komunitas).

Terdapat rumusan yang dituangkan ke dalam dokumen Stranas KA, tepatnya pada Bab 8 poin 3 mengenai Kelembagaan Strategi Nasional KA, bahwa dalam melaksanakan peta jalan Stranas KA diperlukan dukungan sebuah organisasi yang dapat mengorkestrasi ekosistem kolaborasi quadrupple helix, yang terdiri dari pemerintah, industri, akademis, dan komunitas. Turut disebutkan dalam halaman 187 mengenai orkestrator ini yang diberi nama KORIKA.

Melanjutkan pedoman dalam Stranas KA, maka melalui sebuah program inisiatif dari BPPT, dibuatlah sebuah pusat inovasi kecerdasan artifisial (PIKA). Melalui PIKA, delapan kegiatan utama Stranas KA digulirkan dan dilaksanakan oleh kelompok-kelompok kerja (POKJA) yang memiliki keanggotaan quad helix yaitu Pokja 1 – Korika, Pokja 2 – Perpres, Pokja 3 – Etika, Pokja 4 – Talenta, Pokja 5 – Infrastruktur, Pokja 6 – Dataset, Pokja 7 – Inovasi, Pokja 8 – Sandbox. Salah satu pokja tersebut adalah Pokja 1- Pokja pembentukan KORIKA. POKJA KORIKA merumuskan detail turunan dari visi, misi, konsep organisasi, model bisnis KORIKA dan lainnya. KORIKA akhirnya dibentuk/didirikan pada tanggal 10 Agustus 2021 sebagai organisasi perkumpulan yang memiliki prinsip: inklusif, profesional dan transparan, adaptif dan tangkas, independen, serta berbasis penciptaan nilai bagi semua pemangku kepentingan.

Visi

Menjadi organisasi gesit dan terpercaya dalam mewujudkan ekosistem kolaborasi percepatan penerapan strategi nasional kecerdasan artifisial menuju Visi Indonesia 2045

Misi

Melaksanakan orkestrasi ekosistem kolaborasi n-helix KA melalui model bisnis berbasis nilai dengan berlandaskan strategi nasional kecerdasan artifisial.

Implementasi KA yang beretika sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Penyiapan talenta KA yang berdaya saing dan berkarakter.
Implementasi ekosistem data dan infrastruktur yang mendukung kontribusi KA untuk kepentingan negara.
Implementasi ekosistem kolaborasi riset dan inovasi KA guna mengakselerasi reformasi birokrasi serta industri nasional yang unggul.

7 Prinsip Korika

Kolaborasi Inklusif

Terdiri atas gabungan entitas pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas yang mampu menciptakan kolaborasi dalam implementasinya.

Profesional & transparan

Menjunjung tinggi tata kelola yang transparan, profesional, teraudit, dan bertanggung jawab.

Adaptif & Tangkas

Cepat dalam eksekusi & validasi, menyesuaikan dengan dinamika dan terutama mampu melepaskan ketergantungan pada birokrasi.

Independen

Terbebas dari konflik kepentingan individu, kelompok, ataupun politik.

Kompetisi Sehat

Menciptakan keberpihakan kepada kompetisi yang terbuka dan sehat berbasis nilai dan mengedepankan peluang yang sama untuk inovasi Indonesia.

Keunggulan Indonesia

Semua aktivitas harus mengutamakan tujuan kemandirian Indonesia.

Berbasis Penciptaan Nilai

Menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan, sehingga terjalin solusi win-win bagi semua.

Filosofi logo

filosofi logo

4 lingkaran utama

4 lingkaran utama yang terhubung pada 1 titik, melambangkan 4 entitas quad helix untuk satu tujuan yang sama.

filosofi logo

Pola Abstrak

Pola abstrak yang diilhami dari sel saraf yang merupakan pendekatan penting dalam kecerdasan artifisial.

filosofi logo

Penerapan warna

Warna merah dan putih digunakan sebagai warna dasar utama berdasarkan warna bendera Indonesia.