Ketua Umum KORIKA Sampaikan Keynote Speech pada DTI-CX 2026, Dorong Penguatan Talenta Pusat Data untuk Masa Depan AI Indonesia

Liputan Media

Jakarta, 6 Agustus 2026– Ketua Umum KORIKA, Prof. Dr. Hammam Riza, menjadi keynote speaker dalam ajang DTI-CX 2026 dengan mengusung tema “The Future Workforce: Building Indonesia’s Next Generation of Data Center Engineers & Leaders”. Dalam paparannya, Prof. Hammam menegaskan bahwa transformasi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menuntut Indonesia untuk tidak hanya membangun infrastruktur pusat data, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola, mengembangkan, dan memimpin ekosistem digital nasional. Menurutnya, talenta merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan teknologi Indonesia.

Dalam keynote speech-nya, Prof. Hammam menjelaskan bahwa masa depan industri digital akan ditopang oleh berbagai emerging technologies, yaitu Artificial Intelligence (AI), Semiconductor, Biogenomics, dan Quantum Computing. Keempat teknologi tersebut akan menjadi motor penggerak daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sehingga membutuhkan kesiapan talenta yang menguasai komputasi awan, pusat data, keamanan siber, rekayasa AI, hingga tata kelola data. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi quad-helix antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media dalam mempercepat pengembangan ekosistem teknologi nasional.

Prof. Hammam turut memaparkan konsep Three Layers of AI Talents, yaitu pengembangan talenta pada lapisan Applications, System APIs, serta Infrastructure (Cloud & Data Center). Menurutnya, infrastruktur pusat data merupakan fondasi utama yang memungkinkan seluruh layanan AI berjalan secara aman, andal, dan skalabel. Karena itu, Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur pusat data, arsitek cloud, AI engineer, dan pemimpin teknologi yang mampu mengelola infrastruktur digital berkelas dunia untuk mendukung adopsi AI di sektor pemerintahan, industri, pendidikan, hingga layanan publik.

Menutup paparannya, Prof. Hammam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berinvestasi pada pembangunan talenta sebagai strategi jangka panjang dalam memperkuat daya saing bangsa. “Masa depan AI Indonesia tidak hanya dibangun oleh teknologi, tetapi oleh manusia yang mampu merancang, mengelola, dan memimpinnya. Dengan talenta yang unggul dan kolaborasi yang kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta inovasi digital yang berdaulat dan berdaya saing global,” tegas Prof. Hammam.

id_IDIndonesian

Climate & Disease Dashboard

Pantau penyebaran penyakit berbasis cuaca dan iklim.
Platform --Digital-Twins__ kami menyajikan data real-time dan analisis cerdas untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia — membantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.