KORIKA Dorong Tutup Kesenjangan Kapabilitas AI Indonesia

Liputan Media

Jakarta, 15 Juli 2026 – Ketua Umum KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial), Prof. Hammam Riza, menjadi salah satpembicara dalam forum “From Potential to Practice: Advancing AI Use Cases in Indonesia” yang diselenggarakan oleh OpenAI di Jakarta. Dalam sesi bertajuk “Building Indonesia’s AI Nation: From Vision to Execution – Advancing Indonesia AI Ecosystem”, Prof. Hammam memaparkan strategi untuk menutup kesenjangan kapabilitas AI (Closing the AI Capability Gap in Indonesia) melalui pembangunan ekosistem AI nasional yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada implementasi nyata.

Dalam paparannya, Prof. Hammam menjelaskan bahwa Indonesia sesungguhnya telah memiliki visi besar melalui Strategi Nasional AI dan berbagai sektor prioritas yang siap mengadopsi kecerdasan artifisial. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut masih diperlukan penguatan pada sejumlah aspek fundamental, mulai dari riset dan inovasi industri, pengembangan talenta AI, penyediaan infrastruktur komputasi dan data, hingga tata kelola, etika, dan kebijakan yang selaras dengan kepentingan nasional. Menurutnya, kesenjangan kapabilitas AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan ekosistem secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Prof. Hammam menekankan pentingnya Roadmap AI Indonesia sebagai panduan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. Roadmap tersebut mencakup enam domain strategis, yaitu pengembangan use cases, tata kelola dan keamanan, talenta AI, infrastruktur dan data, riset dan inovasi, serta pembiayaan dan investasi. Seluruh elemen tersebut harus diperkuat melalui kolaborasi multihelix antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan investor agar Indonesia mampu membangun ekosistem AI yang etis, bertanggung jawab, serta memiliki daya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup paparannya, Prof. Hammam menegaskan bahwa keberhasilan AI Indonesia tidak hanya diukur dari banyaknya teknologi yang diadopsi, tetapi dari kemampuan bangsa membangun kapasitas secara mandiri dan berkelanjutan. “Closing the AI Capability Gap bukan sekadar mengejar ketertinggalan teknologi, tetapi membangun fondasi ekosistem AI nasional yang kuat melalui talenta unggul, riset dan inovasi, infrastruktur digital yang andal, serta tata kelola yang etis. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia dapat bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI yang berdaya saing global,” pungkas Prof. Hammam.

id_IDIndonesian

Climate & Disease Dashboard

Pantau penyebaran penyakit berbasis cuaca dan iklim.
Platform --Digital-Twins__ kami menyajikan data real-time dan analisis cerdas untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia — membantu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.