KORIKA bersama UNESCO dan Kominfo Luncurkan Artificial Intelligence Readiness Assessment Methodology (RAM AI)

Jakarta, 27 Mei 2024: Ketua Umum KORIKA Prof. Hammam Riza bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria meluncurkan AI Readiness Assessment Methodology (RAM AI) yang diinisiasi oleh UNESCO.

Penerapan RAM AI di Indonesia ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka tata kelola AI yang komprehensif yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok AI secara global.

Banyak negara di dunia berupaya menyusun kebijakan mengenai teknologi AI untuk tingkat multilateral, regional, dan nasional. Di tingkat regional, Eropa mengadopsi Regulasi AI UE. Bahkan, Dewan Eropa telah mengadopsi Konvensi Kerangka Kerja Eropa tentang Kecerdasan Buatan dan Hak Asasi Manusia, Demokrasi, dan Supremasi Hukum. Sementara di Kawasan Atlantik Utara, NATO mengadopsi Strategi AI sebagai bagian dari kebijakan dalam merespons teknologi yang muncul dan mengganggu. Di kawasan ASEAN, Panduan ASEAN tentang Tata Kelola dan Etika AI telah disahkan tahun ini untuk mendorong diskusi mengenai tata kelola AI secara regional.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum KORIKA juga menjadi pembicara dengan materi berjudul “AI in Indonesia: Forward Challenges” Unlocking Indonesia’s AI Potential: Overcoming Hurdles, Embracing, Opportunities.

Peluncuran RAM AI dihadiri Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Gita Sabharwal, Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta, dan Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste Maki Katsuno-Hayashikawa, Ketua Eksekutif Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah.

Ketua Umum KORIKA di dampingi Co-founder KORIKA yang juga Dewan Pengawas KORIKA Prof. Bambang Riyanto Trilaksono dan Direktur Eksekutif KORIKA Abigail A. Sudarman.

Alamat

Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro, Lantai 18, Jl. M.H. Thamrin No.8, Jakarta Pusat.